Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Julfansyah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap sejumlah proyek pembangunan di Kutai Timur yang belum berjalan maksimal. Dalam pemaparannya, politisi Golkar yang baru dilantik ini menyoroti berbagai proyek yang dijanjikan pemerintah namun masih sebatas wacana, termasuk pembangunan jembatan di Muara Bengkal.
“Kami ingin transparansi dalam penggunaan anggaran menjadi prioritas utama,” tegas Julfansyah. Ia berjanji akan memperjuangkan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dan kesehatan 10 persen sesuai ketentuan perundangan.
Julfansyah menekankan bahwa banyak proyek pembangunan yang tidak berjalan sesuai rencana, yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Dengan anggaran yang besar, seharusnya pembangunan bisa berjalan lebih baik. Namun, kenyataannya tidak demikian,” ujarnya.
Selain itu, Julfansyah juga menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan dinas terkait untuk memastikan proyek-proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu. “Kami ingin memastikan bahwa semua proyek pembangunan, terutama di bidang pendidikan, dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Julfansyah berkomitmen untuk memperjuangkan hak masyarakat dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan fasilitas yang memadai. “Kami akan terus berupaya agar setiap anak di Kutai Timur mendapatkan akses pendidikan yang baik dan fasilitas yang memadai,” tutupnya.(Adv)
![]()









