Balikpapan – Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Balikpapan Masa Bakti 2025–2030 menjadi titik awal penguatan peran organisasi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kolaboratif dan berdampak bagi daerah. Di bawah kepemimpinan Muhammad Hanif, HIPPI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha, khususnya UMKM.
Dalam sambutannya usai pelantikan di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Hanif menuturkan bahwa amanah yang diemban pengurus baru bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Hari ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab. Sebuah komitmen untuk bekerja lebih keras, berkolaborasi lebih luas, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi para pengusaha, masyarakat, dan Kota Balikpapan,” ujarnya.
Menurut Hanif, HIPPI akan mengedepankan kolaborasi sebagai strategi utama dalam menjalankan program organisasi. Sinergi tersebut tidak hanya dibangun dengan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan dunia pendidikan, BUMN, BUMD, sektor perbankan, komunitas, hingga berbagai organisasi profesi.
Ia menilai pengembangan organisasi harus diiringi dengan langkah nyata yang mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Karena itu, HIPPI akan memperkuat pendampingan UMKM melalui digitalisasi, pengembangan kewirausahaan, serta pembentukan jejaring bisnis yang lebih luas.
“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa organisasi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat untuk berkembang. Bukan sekadar ruang diskusi, tetapi ruang aksi. Bukan hanya berbicara tentang peluang, tetapi bersama-sama menciptakan peluang,” kata Hanif.
Sebagai bagian dari implementasi visi tersebut, HIPPI Balikpapan memperkenalkan aplikasi HIPPI Kasir untuk mendukung digitalisasi UMKM. Organisasi juga membangun kerja sama dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam pengembangan kewirausahaan serta menjalin kemitraan dengan Perumda Manuntung Sukses guna memperluas akses usaha bagi masyarakat.
Hanif optimistis Balikpapan memiliki peluang besar untuk tumbuh seiring posisinya sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan agar pengusaha lokal dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan dan tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Melalui kepengurusan baru, HIPPI Balikpapan berharap dapat menjadi wadah yang memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
![]()









