KUTAI TIMUR– Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan pendampingan penyusunan manajemen risiko di Ruang MCC pada Senin (2/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat kinerja organisasi dengan memetakan serta meminimalisir risiko yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan Dinsos.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, membuka acara tersebut dengan menekankan pentingnya manajemen risiko dalam menunjang kelancaran program kerja. Dalam sambutannya, Ernata menyampaikan bahwa risiko yang terkelola dengan baik akan mendukung kelancaran operasional dan memberikan rasa nyaman bagi semua pihak yang terlibat.
“Kita harus dapat memetakan risiko-risiko yang ada sehingga bisa meminimalisir dampaknya. Dengan manajemen risiko yang baik, kegiatan kita dapat berjalan lebih lancar dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh pihak yang terlibat,” ungkap Ernata.
Ernata menambahkan bahwa pengelolaan risiko yang efektif akan menciptakan suasana kerja yang kondusif, sehingga program-program yang dijalankan Dinsos dapat terlaksana tanpa rasa cemas. “Risiko yang sudah dikelola dengan baik akan memberikan rasa aman, sehingga kita tidak perlu merasa was-was saat melaksanakan program,” lanjutnya.
Pendampingan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi kinerja Dinsos Kutim. Sosialisasi dan bimbingan teknis yang diselenggarakan memberikan panduan kepada peserta tentang cara menyusun strategi manajemen risiko yang sistematis. “Kegiatan ini adalah langkah awal untuk meningkatkan efektivitas kerja Dinas Sosial. Dengan pendekatan yang tepat, risiko dapat diminimalisir, dan kita bisa fokus pada pencapaian target,” tambahnya.
Sekretaris Dinsos Kutim, Andi Abdurahman, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dalam menciptakan tata kelola yang lebih baik di lingkungan Dinsos. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu kita memahami bagaimana mengelola risiko dengan baik. Semua pegawai Dinsos harus terlibat aktif agar hasilnya maksimal,” ujar Andi.
Pendampingan ini diikuti oleh seluruh pegawai Dinas Sosial Kutim. Peserta mendapatkan penjelasan rinci mengenai langkah-langkah penyusunan manajemen risiko, mulai dari identifikasi hingga mitigasi risiko. Selain itu, para peserta juga diajak berdiskusi untuk memahami potensi risiko dalam berbagai program kerja Dinsos, seperti penyaluran bantuan sosial, perlindungan anak, hingga pemberdayaan masyarakat.
Menurut salah satu peserta, kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas sehari-hari. “Ini pengalaman yang sangat bermanfaat. Kami jadi lebih memahami bagaimana menyusun strategi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan risiko,” ungkap seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya.
Dengan adanya pendampingan ini, Dinsos Kutim berharap dapat menciptakan manajemen yang lebih terstruktur dan efisien. Pengelolaan risiko yang baik diyakini akan mendukung percepatan realisasi program-program sosial yang menjadi prioritas. “Kami optimistis, dengan langkah ini, kinerja Dinsos akan semakin meningkat. Program-program yang sudah direncanakan bisa terlaksana dengan baik, tanpa hambatan berarti,” tutup Ernata.









