Kutai Timur – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Bahcok Riandi, menyoroti ketidakwajaran dalam pembangunan infrastruktur di Kecamatan Telen.
Bahcok menemukan adanya proyek baru yang berjalan tanpa pembahasan, sementara proyek prioritas seperti jembatan penghubung antar desa justru mangkrak meski telah dianggarkan.
“Saya lihat video pembangunan yang beredar itu. Sementara jembatan yang di Telen kemarin yang sudah dianggarkan belum selesai, belum ada tanda-tanda mau jalan,” ujar Bahcok kepada awak media.
Ia menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital yang sangat dibutuhkan warga.
Hingga saat ini masyarakat masih harus menyeberang menggunakan kapal ferry sebagai akses utama.
“Itu harapan masyarakat. Sampai sekarang belum ada kegiatan. Waktunya tinggal sebulan lagi,” katanya.
Dirinya mempertanyakan munculnya proyek lain seperti jalanan yang disemenisasi yang beradar di salah satu lokasi di Sangata Selatan sudah berjalan, padahal tidak dibahas sebelumnya bersama DPRD.
“Sementara yang belum dibahas kok tiba-tiba muncul kegiatan. Ini yang jadi persoalan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan rencana untuk memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna meminta penjelasan resmi, sekaligus melakukan monitoring langsung ke lapangan dalam agenda reses mendatang.
“Nanti ada pemanggilan PUPR. Rencananya mau sekaligus monitoring ke sana untuk lihat semua,” jelasnya.
Dirinya memastikan bahwa program multiyears yang sudah berjalan tidak boleh dibiarkan mangkrak, karena dana yang dikeluarkan harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan sampai kegiatan multiyears yang sudah berjalan dulu belum tuntas tapi tidak diselesaikan. Sayang anggaran itu,” tuturnya.
Pria kelahiran 1978 itu berharap pembangunan jembatan Telen segera diprioritaskan kembali mengingat dampaknya sangat besar bagi konektivitas dan ekonomi warga.
“Jembatan itu menghubungkan desa ke desa. Itu yang harus diselesaikan dulu,” pungkasnya. (TS/ADV)
![]()









