AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Air Bendungan di Kaubun Keruh, Faizal Rachman Sebut PT Indexim Terlibat

Kutai Timur – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, Faizal Rachman, menyoroti masalah kualitas air di bendungan Kaubun yang semakin keruh. Dalam rapat dengan pendapat yang diadakan di DPRD Kutai Timur Faizal menyebutkan bahwa aktivitas tambang PT Indexim Coalindo di wilayah tersebut diduga menjadi penyebab utama keruhnya air di bendungan tersebut.

“Saya baru pulang dari Kecamatan Kaubun dan singgah di perkebunan. Saat ini musim hujan di Kaubun, dan air di bendungan sangat keruh. Tidak mungkin itu hanya karena diubek-ubek buaya,” ujar Faizal sambil bercanda, yang disambut tawa dari peserta rapat.

Faizal mengaku memiliki video yang menunjukkan kondisi keruhnya air di bendungan tersebut. “Tidak mungkin airnya keruh seperti itu tanpa ada faktor lain. Di wilayah sana hanya ada PT Indexim yang beroperasi dengan aktivitas tambangnya,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa sebelumnya air di bendungan tidak pernah sekeruh itu.

Menurut Faizal, air tanah yang keruh seharusnya melalui proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang. “Air tanah tersebut seharusnya ditawas dulu baru dibuang. Saya yakin itu tidak dilakukan. Saya juga tidak mengerti bagaimana pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup terhadap situasi ini,” tegasnya.

Faizal mendesak pihak terkait untuk segera mengambil tindakan. “Pengelolaan lingkungan hutan itu sulit, tapi bukan berarti dibiarkan begitu saja. Dinas Lingkungan Hidup harus turun tangan dan memastikan bahwa PT Indexim melakukan pengolahan limbah sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Keruhnya air di bendungan Kaubun tidak hanya mengganggu aktivitas warga tetapi juga berpotensi merusak ekosistem setempat. “Ini bukan hanya masalah estetika atau kenyamanan warga, tetapi juga berdampak besar pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kita harus serius menangani ini,” ujar Faizal.

Dalam kesempatan itu, Faizal juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap kerusakan lingkungan yang mereka temui. “Kita semua harus berperan serta dalam menjaga lingkungan. Jika ada masalah, segera laporkan agar bisa segera ditangani,” tambahnya.

Rapat dengan pendapat ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas pertambangan di wilayah Kaubun. DPRD Kabupaten Kutai Timur akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa setiap pelanggaran lingkungan ditindak tegas.ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *