AdvetorialPemerintah

Bersiap Sambut Musim Penghujan, BPBD Kutim Siap Tingkatkan Kewaspadaan

Kutai Timur – Terjadinya berbagai bencana alam dari waktu ke waktu membuat pemerintah Kabupaten Kutai Timur belajar banyak mengenai pola, kemungkinan sampai rencana pencegahan dan penanggulangan, terutama bencana banjir di Kutim

Dalam prosesnya, Pjs (Penanggung Jawab Sementara) Kabupaten Kutai Timur Agus Hari Kesuma menyebutkan bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada pihak BPBD untuk melaksanakan apel kesiap-siagaan terkhusus pada kawasan perbatasan Kutai Timur dengan Berau.

“Kan ini musim hujan ini, wajar saja. Kita mau perintahkan BPBD untuk apel kesiap-siagaan BPBD. Karena kebiasaan banjir itu perbatasan Berau dengan Kutai Timur banjir, dan kebiasaannya belum mengeluarkan status kebencanaan, jadi dia bekerja sendiri, jangan menyalahkan provinsi,” ujarnya.

Agus juga menjelaskan bahwa perhatian pemerintah mengenai kualitas tim penanggulangan bencana tentu harus ditingkatkan. Ia menekankan bahwa hal tersebut merupakan sebuah kewajiban sebagai pemenuhan Standar Pelayanan Masyarakat.

“Ah, itu memang harus. Karena itu SPM (standar pelayanan masyarakat), termasuk kebakaran, termasuk kebakaran hutan. Jadi kebakaran itu memadamkan, menyelamatkan, malah saya minta ini disekolahkan kemana, ke Jepang kah, ke Amerika kah,” tuturnya.

Dengan meningkatnya kualitas skil dan pemahaman para personil pencegahan dan penanggulangan bencana, harapannya tidak ada lagi alasan-alasan yang dirasa mengada-ngada.

“Jangan kebakaran alasannya kompor dengan listrik. Halah, kan listrik itu kan namanya pelayanan publik, pelayanan publik itu pemerintah bisa disalahkan, jangan masalahnya listrik sudah selesai,” ucapnya.

Agus menuturkan bahwa pihak penanggulangan bencana seperti tim pemadam kebakaran harus bisa lebih jeli terutama dalam hal penyidikan. Hal ini guna mencari tau lebih akurat dan spesifik apa persisnya yang menjadi penyebab bencana itu terjadi.

“Ya orang pemadam kebakaran harus jeli juga penyidiknya, ini listrik ditanam kekuatannya seperti apa, ini berarti ada yang mencuri pak, sehingga terjadilah korsleting itu. Nah begitu laporannya, kita belum dibiasakan dengan laporan itu,” tandasnya. ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *