AdvetorialPariwisata

Sinergi Disnaker Kutim dan Perusahaan untuk Hubungan Industrial yang Harmonis

KUTAI TIMUR – Untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkesinambungan antara perusahaan dan karyawan, Dinas Tenaga Kerja Kutai Timur (Disnaker Kutim) menggelar forum dialog sosialisasi.

Kepala Disnaker Kutim, Roma Malau, mengungkapkan upaya ini menjadi langkah preventif dalam mengatasi potensi perselisihan yang mungkin timbul di lingkungan kerja.

Roma Malau menyampaikan, sosialisasi tersebut difokuskan pada Lembaga Kerjasama Bipartit (LKS Bipartit) yang menjadi ruang bagi perusahaan dan karyawan untuk membangun komunikasi yang lebih intensif.

“Kami berupaya agar tidak hanya menyelesaikan konflik ketika sudah terjadi, tetapi lebih kepada pencegahan. Melalui LKS Bipartit ini, kami mendorong perusahaan dan karyawan untuk berkomunikasi sebelum masalah muncul. Prinsipnya lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar Roma saat diwawancarai.

Menurut Roma, LKS Bipartit tidak hanya berfungsi sebagai forum penyelesaian masalah, tetapi juga sebagai sarana koordinasi rutin antara pihak manajemen dan karyawan. Beberapa perusahaan bahkan telah menerapkan model “kopi morning,” yaitu pertemuan informal yang bertujuan memperkuat hubungan kerja.

Langkah-langkah ini, lanjutnya, sesuai dengan amanat Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Permenaker yang tercantum dalam Pasal 106.

Lebih jauh, Roma juga menjelaskan sosialisasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk serikat buruh, pihak manajemen perusahaan, serta karyawan, dengan peran Disnaker sebagai mediator.

“Kami ingin agar sinergi antara perusahaan, serikat buruh, dan Disnaker terus terjalin. Ini menjadi penting agar kita bisa mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tambahnya.

Namun, meskipun target sosialisasi ini mencakup seluruh perusahaan, saat ini fokus utama diarahkan pada sektor perkebunan di Kutai Timur.

Menurut Roma, sektor perkebunan membutuhkan perhatian khusus mengingat jumlah pekerja yang signifikan di industri tersebut.

Melalui sosialisasi ini, Disnaker Kutim berharap seluruh perusahaan di Kutai Timur dapat memperkuat hubungan industrial dengan prinsip keterbukaan dan kolaborasi. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim kerja yang lebih kondusif dan mendorong kesejahteraan bagi seluruh pekerja. (Adv)

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *