Kutai Timur – Jalan Rantau Pulung–Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjadi salah satu akses strategis yang sejak lama dinantikan perbaikan menyeluruhnya.
Tahun ini, titik harapan itu kembali terbuka setelah pemerintah mengalokasikan anggaran besar dari berbagai sumber untuk memastikan pengerjaan jalan bisa tuntas sebelum tahun berganti. Total dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp60 miliar.
Ketua Komisi C DPRD Kutim, Ardiansyah, menyebut angka itu secara rinci.
“Ada yang dari Kantuan Keuangan (Bankeu), ada dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), ada juga dari perusahaan. Yang masuk itu sekitar 60 miliar,” ujar Ardiansyah saat diwawancarai.
Ardiansyah menegaskan bahwa dukungan lintas sektor ini menjadi alasan kuat mengapa proyek tersebut dipandang realistis untuk diselesaikan tahun ini.
Menurutnya, progres di lapangan saat ini sudah berjalan. Ia menekankan bahwa pekerjaan tersebut bukan dimulai dari nol, melainkan lanjutan dari pengerjaan tahun sebelumnya.
“Karena mereka sudah bekerja sekarang. Karena itu lanjutan tahun lalu,” ucapnya.
Situasi ini membuat proses percepatan lebih mungkin terjadi, terutama di titik-titik yang telah siap masuk tahap pengaspalan.
Jalan Rantau Pulung–Sangatta selama ini dikenal memiliki banyak ruas yang hanya dikerjakan sebagian.
Beberapa sisi diperbaiki, tetapi bagian lain tetap rusak, membuat perjalanan masyarakat terganggu.
Dirinya memahami keresahan itu dan meyakinkan bahwa pengerjaan kali ini diarahkan untuk menyambung ruas-ruas yang terputus.
“Insyaallah kita yakinlah itu selesai. Kalau orang tahu pulung enggak ada masalah,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian pengerjaan berada dalam skema kontrak tahun jamak (Multi Years Contract/MYC) yang kontraknya masih aktif hingga Desember.
“Makanya mereka akan mengejar waktu,” tuturnya.
Sedangkan dana Rp60 miliar ini, kata dia, tidak termasuk proyek MYC tersebut, melainkan tambahan yang memperkuat peluang penyelesaian jalan.
Komisi C berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga kualitas pengerjaan agar harapan masyarakat tidak kembali tertunda.
Jalan bukan hanya penghubung, tetapi urat nadi ekonomi yang menggerakkan keseharian warga Rantau Pulung, Sangatta, dan sekitarnya.
Jika semua berjalan sesuai jadwal, akhir tahun ini bukan hanya sekadar target, tetapi titik di mana penantian panjang masyarakat akhirnya mendapat jawaban. (TS/ADV)
![]()









