Kutai Timur – Infrastruktur Ketimpangan di wilayah pesisir timur Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi perhatian utama anggota DPRD Komisi C, Aldryansyah.
Aldryansyah menyebut banyak wilayah di Dapil 5 yang aksesnya sangat buruk hingga membuat masyarakat terlindungi.
Karangan, dan daerah sekitar Kecamatan Sandaran, seperti Tanjung Mangkalihat menjadi wilayah dengan kondisi paling parah.
“Kesenjangan wilayah itu jomplang. Di daerah Sandaran banyak akses yang sulit,” ujar Aldryansyah.
Kondisi lebih ekstrem terjadi di Desa Tanjung Mangkalihat.
“Kalau mau ke sana harus masuk ke Berau dulu, baru putar balik masuk Kutim lagi. Enggak ada akses jalan langsung,” jelasnya.
Ia menyebut pembukaan badan jalan menuju Tanjung Mangkalihat sedang dibahas dalam program kontrak tahun jamak (Multiyears Contract/MYC) dan berpeluang dimulai tahun depan.
“Insyaallah tahun depan sudah dibuka lagi,” katanya.
Buruknya akses berdampak langsung pada biaya logistik, harga bahan pokok, hingga sulitnya layanan kesehatan.
“Orang-orang di sana mengalami kesulitan bertahun-tahun termasuk rumah sakit. Kalau lain BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kabupaten terbatas. Banyak yang tidak sempat kembali ke Kutim,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan di wilayah pesisir bukan hanya sekadar proyek fisik semata, melainkan menjadi sarana penting yang membuka jalan bagi kehidupan masyarakat setempat. Menurutnya, akses transportasi yang memadai akan menjadi penghubung utama bagi warga yang selama ini berada dalam kondisi terpinggirkan dan sulit menikmati layanan pembangunan.
Karena itu, ia mendorong pemerintah agar memberikan prioritas tinggi terhadap pembukaan akses jalan tersebut, mengingat dampak positifnya akan sangat besar bagi aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga mobilitas sehari-hari warga pesisir.
Politikus Partai NasDem tersebut menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya terfokus pada wilayah pusat, tetapi juga harus menjangkau kawasan pesisir timur secara merata. Dengan demikian, masyarakat di sana tidak lagi sekadar menjadi penonton, tetapi dapat benar-benar merasakan hasil pembangunan dan ikut berkontribusi dalam kemajuan daerah. (TS/ADV)
![]()









