AdvetorialKominfo Kutai TimurKutai Timur

Kutai Timur Kukuhkan Komitmen Bersama Lawan Stunting Lewat Inovasi “Cap Jempol Stop Stunting”

Kutai Timur – Dengan semangat penuh harapan dan kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menandai langkah besar dalam upaya menurunkan angka stunting melalui peluncuran inovasi “Cap Jempol Stop Stunting: Strategi Kolaborasi Penanganan Keluarga Berisiko Stunting”.

Momen ini menjadi simbol tekad bersama untuk mewujudkan generasi sehat dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam suasana penuh khidmat, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur, Achmad Junaidi, menyampaikan ajakan kuat kepada seluruh pihak agar bersatu dalam membangun keluarga yang sejahtera dan bebas dari ancaman stunting.

“Hadirin yang saya hormati, mari bersama wujudkan keluarga sejahtera dan generasi tangguh bebas stunting. Kita mulai dari pembenahan keluarga melalui kolaborasi dan sinergi, mendukung program pemerintah daerah dan pemerintah pusat, demi Kutai Timur Hebat dan Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya dengan suara bergetar penuh keyakinan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting bukan semata hasil kerja satu lembaga, tetapi buah dari sinergi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, hingga masyarakat.

Program “Cap Jempol Stop Stunting” diharapkan menjadi jembatan nyata antara kebijakan dan aksi di lapangan, dengan fokus pada intervensi keluarga berisiko stunting berbasis data dan kolaborasi.

Mengakhiri laporannya, Junaidi memberikan kehormatan penuh kepada pimpinan daerah untuk membuka secara resmi proyek perubahan tersebut.

“Akhir kata, kami memohon kepada Bupati Kutai Timur untuk meresmikan atau me-launching inovasi proyek perubahan ‘Cap Jempol Stop Stunting: Strategi Kolaborasi Penanganan Keluarga Berisiko Stunting di Kabupaten Kutai Timur,’” tutupnya.

Peluncuran program ini menandai babak baru perjuangan Kutai Timur dalam membangun fondasi kuat bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing tinggi di era menuju Indonesia Emas. (SH/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *